Powered By Blogger

Minggu, 11 Desember 2011

WS Rendra - Sajak Cinta

Puisi Untuk Ibu

Gus Mus - Aku Merindukanmu, O, Muhammadku



Oleh: A Mustofa Bisri

Aku merindukanmu, o, Muhammadku
Sepanjang jalan kulihat wajah-wajah yang kalah
Menatap mataku yang tak berdaya
Sementara tangan-tangan perkasa

Terus mempermainkan kelemahan
Airmataku pun mengalir mengikuti panjang jalan
Mencari-cari tangan
Lembut-wibawamu

Dari dada-dada tipis papan
Terus kudengar suara serutan
Derita mengiris berkepanjangan
Dan kepongahan tingkah-meningkah
Telingaku pun kutelengkan
Berharap sesekali mendengar
Merdu-menghibur suaramu

Aku merindukanmu, o. Muhammadku

Ribuan tangan gurita keserakahan
Menjulur-julur kesana kemari
Mencari mangsa memakan korban
Melilit bumi meretas harapan
Aku pun dengan sisa-sisa suaraku
Mencoba memanggil-manggilmu

O, Muhammadku, O, Muhammadku!

Dimana-mana sesama saudara
Saling cakar berebut benar
Sambil terus berbuat kesalahan
Qur'an dan sabdamu hanyalah kendaraan
Masing-masing mereka yang berkepentingan
Aku pun meninggalkan mereka
Mencoba mencarimu dalam sepi rinduku

Aku merindukanmu, O, Muhammadku

Sekian banyak Abu jahal Abu Lahab
Menitis ke sekian banyak umatmu

O, Muhammadku - selawat dan salam bagimu -

bagaimana melawan gelombang kebodohan
Dan kecongkaan yang telah tergayakan
Bagaimana memerangi
Umat sendiri? O, Muhammadku

Aku merindukanmu, o, Muhammadku

Aku sungguh merindukanmu.

(kumpulan : sajak-sajak bumilangit)




Puisi Roesmi - Aku Ingin

INGIN AKU
oleh Roesmi S Rus 


ingin kupenjara cinta hanya di rumahMU 
tapi masih saja hatiku sering mendua
mengembara ke mana-mana
mengais yang tak nyata

ingin kutambat hatiku 
hanya di tonggak cintaMU
tapi cintaku bertebar di segala penjuru
senantiasa masih saja dipaku ragu

ingin aku
ingin aku
ingin aku

sungguh....!!!
cintaku hanya satu
tapi aku yang begitu dungu
selalu saja gagal menerjemahkan kata-kata saktiMU

ingin aku
menuang rinduku ke dalam cawan hatiMU
masih saja terhalang oeh kecerobohanku
sehingga senantiasa tumpah sebelum sampai di pintuMU

aku diam tergugu
satu-satu kuhitung dosaku
tak mampu
jumlahnya tak cukup beribu-ribu

ya....Robbi penguasa segala sesuatu
masih cukup layakkah kujejakkan kakiku
menapaki  mihrabMU
menghiba mengharap ampunanMU
mengemis sedikit saja cintaMU?

:kutepis rasa malu yang menguasaiku
karena terlalu lama menyia-nyiakan cintaMU

-080211-



*.........ingin aku, menuang rinduku ke dalam cawan hatiMU


Puisi Roesmi - Kenangan I

KENANGAN I
oleh Roesmi S Rus 


membuka lembar demi lembar
membaca  halaman demi halaman
seperti kembali menguak tirai masa
mengajak kembali untuk menengok ke belakang

tahun-tahun yang telah beranjak pergi
musim-musim yang datang silih berganti
semua seperti mimpi
tanpa kita sadari
tiap detik waktu beranjak pergi
kita yang senantiasa berlari
tak kan mampu meraihnya lagi
dan waktu enggan berpaling kembali

membuka lebar demi lembar
membaca halaman demi halaman
seperti menghadirkan kembali kenangan demi kenangan
mengisi palung-palung hati yang dalam
membuncah segala dalam dada

:ah betapa
ada rasa yang tak dapat terkata


Magelang,  2 Februari 2011 pukul 22:01



*........dan waktu enggan berpaling kembali