Rabu, 18 Juli 2012

KANGEN


Bagaimana rasanya ketika kerinduan pada seseorang menggayuti ?
di saat-saat alunan musik mengiringi kerinduan, rasa kangen. ?
Tapi pernahkan dirasakan saat kerinduan yang tertumpah ruah, tiba-tiba lewat  lewat  ‘short messege’ dia mengabaikan sebuah kerinduan ?
Jengkel, perih, pedih dan nestapa mungkin itu sebagian gambaran perasaan yang dipendam atau bahkan tumpahkan pada sebuah bait-bait malamyang sunyi dan senyap.
Atau barangkali akan berpikir begini : “jangan-jangan dia sedang bercermin pada dirinya sendiri yang sebenarnya dia tidak pernah merindukanmu ?

Kata-kata yang terangkai dalam kalimat :

Aku kangen
I Miss You So Much
Miss U Always

Dimatanya hanyalah dianggap ungkapan kosong..
Entahlah mengapa kerinduan itu hanya dianggap bagai angin lalu…
Seperti tak berkesan, tak bermakna
Padahal rasa itu, terbentuk dari cucuran perasaan yang bersemayam dalam hati ..
Kerinduan yang kerap menggayut itu seperti hujan membasahi tanah,
Terserap dan menggenang di kubangan…
Mengucur di ujung daun mengalir sepanjang anak sungai …
Kenyataan yang tak bisa dilawan menyulut kerinduan…
Mengalir deras dalam nadi, melaui pembuluh arteri
Menggelegak di dada rasa itu,
Separuh jiwa yang selalu mengabaikan kerinduan…
Belahan jiwa yang masih menyisakan kerinduan …
telah berkeping, dia mulai tak peduli
Atau bahkan tak lagi merasakannya…
Upaya hingga kini tak sedikitpun surut untuk selalu merindukannya,
Meski bisa saja maut itu akhir dari penantian bagi jiwa yang sepi.