Senin, 09 April 2012

Etika

“Tidak Sopan…………!!”
Aku hanya bisa berkata dalam hati, inikah ucapan yang memang pantas buatku ? atau sekedar letupan emosi sesaat yang dilontarkan olehnya ?
Aku sendiri tidak tahu apakah memang seharusnya aku diberi label sebagai pria yang tidak sopan oleh seorang perempuan yang santun. Perempuan yang selalu hadir mengisi relung terdalam hatiku.
Malam tak terasa telah tiba dan seluruh pori-poriku menandakan beratnya perasaan untuk menerima dua kata itu.
Seperti sebuah tamparan yang cukup telak. Aku terdiam lama. Tapi mungkin ini juga adalah jalan terbaik untuk mencari sebuah jawaban lewat sebuah perenungan . Seperti kata  Nietszche ‘ikutilah dirimu sendiri, jangan mengikutiku’
Ego memang kadang selalu bertengger pada setiap diri manusia. Dengan framing yang dia miliki akan melihat dari kacamata kejernihan pikirannya atau nafsunya.
Aku jadi ingat sebuah tulisan tentang sebuah etika, pikiran dan perasaan manusia itu tidak pernah seragam maka nilai dan kriteria mereka pun senantiasa beragam. Itulah sebabnya etika manusiawi bersifat relatif, tidak mutlak (absolut), temporer, tidak abadi, dan tidak universal, karena selalu terkait dengan subjek/masyarakat, kepentingan, lingkungan/lokasi dan waktu. (Morals are relative to paritcular societies, particular interests, particular circumstances, or particular individuals). Sebaliknya, etika ilahi atau etika agama, relatif lebih stabil dan lebih mutlak, dan universal, terutama di kalangan para pemeluk agama-agama langit (samawi) : Yahudi, Nasrani dan Islam.
  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar