Minggu, 15 Mei 2011

Puisi Dion - Aku Terdiam

Aku Terdiam

Kata bagaikan panah meluncur menghujam,
Menusukan sisi yang tak kau pahami
Membidik di balik lautan rasa asyik masyukmu
Peluh pelipis bola matamupun belum kering saat kau katakan
Lahar gunung memuntah tak seberapa dibanding rasa cemburuku

Aku yang terdiam dalam gua kesunyian,
Tak mampu melangkah walau setapak
Titian malam hanyalah kesunyian tak mampu mengubah indahnya warna
Akupun masih terdiam bagai karang
Tak mampu mengucap sepatah kata walau lidah tak kelu
Titian malam melantunkan rasa rindu yang tak mampu goyahkan kuatnya pilar

Adakah aku terjerat dalam kebingungan mendayung ?!
Sedangkan Laju perahumu terkembang di balik sinar lembayung
Gaun putihmu berkibar, setulus putih cintamu
Adakah aku tertambat dalam bisik pesona keemasan hatimu ?
Sedangkan Bahtera sucimu melaju anggun mempesona di gulungan ombak menderu
Senyum manismu menawan, seindah gambaran bidadari
Namun keperawanan cintaku terampas noda cemburu

Malam masih menyisakan pernik perenungan
Yang tak tuntas mengukir pahatan Cinta
Malam masih bertabur bisik kata tak jelas
Yang tak bisa meretas memaknai igauan nurani
Semakin larut kutangisi perasaan yang tak kupahami hingga kini
Sejatinya aku sungguh mencintaimu.

Semarang, 11 Desember 2010/3.10
By : DioN Erbe

Tidak ada komentar:

Posting Komentar