Sabtu, 14 Mei 2011

Dion Erbe - Memoar Cinta






Pernah,
Goresan lukisan dan ukiran selaksa indah mewangi terpajang
Dentingan syair menggugah tatapan pesona mata bidadari
Memoar tentang cinta dan kasih sayang yang tulus

Dulu,
Dalam kaul yang pernah diucap prasetya
Ingin membagi luapan rasa menepis kesombongan
Disana terlihat Rajawali berkalung biru sedang bertengger tak berdaya
Menatap Elang putih cantik dengan satu sayap yang terluka
Seakan ada rasa pilu yang membuncah di tengah kabut sutra hatinya

Kini,
Dia terseok-seok diantara karang tajam,
Melangkah lunglai bermandi tangis dalam hujan
Merentang tangan tak sampai, berteriak parau
Suara hatinya tertutup jelaga diantara pelita
Oh…waktu demikian cepat berlalu
Namun jarak yang terbentang selalu menghadirkan rindu
Katakata sudah tidak lagi menjadi arti
Akankah menunggu esok membawa asa dalam waktu yang tak dimengerti ?



Semarang, 14 Mei 2011
by DioN Erbe

Tidak ada komentar:

Posting Komentar